Mengundurkan Diri, Tapi Mendapatkan Pesangon

Salah seorang teman saya baru saja berkeluh-kesah. Dia baru saja selesai menjalani pendidikan di sebuah Bank Swasta ternama di Indonesia. Semula dalam masa induksi, karyawan dijanjikan akan ditempatkan sesuai nilai pada masa pendidikan. Namun, pada saat penempatan, ternyata nilai sama-sekali tidak berpengaruh, dan teman saya pun mau tak mau harus ditempatkan di Kudus meskipun dia mendapat nilai yang tinggi dan sebenarnya dapat ditempatkan di Jabotabek.

Atas janji yang tidak ditepati pada masa pelatihan itu dan keputusan penempatan kerja yang sepihak dari pihak bank, teman saya pun merasa kesal. Kontrak dan penalty yang sudah ia tandatangani sudah tak dipedulikannya lagi. Niatnya hanya satu, ia ingin keluar dan mendapatkan pesangon.

Untuk menjawab kasus di atas, mari sejenak kita “lupakan” klausul normatif, dan tentunya absolute (setidaknya dari sudut pandang hokum kontrak) yang ada di setiap perusahaan pada saat rekrutmen, semisal  “bersedia ditempatkan di mana-saja” agar logika berfikir kita menjadi lebih luas.

Dalam kondisi normal, pengunduran diri bukan merupakan hal yang membuat Perusahaan wajib memberikan pesangon. Namun, dalam hal pengunduran diri, karyawan tidak berhak mendapat pesangon dan hanya mendapatkan uang penggantian hak yang diatur dalam Pasal 156 ayat (4) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang meliputi :

  1. Sisa masa cuti yang belum diambil;
  2. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;
  3. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;
  4. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusanaan atau perjanjian kerja bersama.

Akan tetapi, banyak perusahaan termasuk mungkin di Bank tempat teman saya bekerja yang menerapkan aturan bahwa karyawan yang mengundurkan diri tidak mendapat kompensasi apapun.

Namun, ada pengecualian dan celah bagi karyawan untuk mengajukan PHK sekaligus mendapatkan pesangon, yakni sebagaimana diatur dalam Pasal 169 ayat (1) UU No. 13 ahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yaitu :

Pekerja/buruh dapat mengajukan permohonan pemutusan hubungan kerja kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial dalam hal pengusaha melakukan perbuatan sebagai berikut :

  1. menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam pekerja/buruh;
  2. membujuk dan/atau menyusuh pekerja/buruh untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
  3. tidak membayar upah tepat pada waktu yang telah ditentukan selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih;
  4. tidak melakukan kewajiban yang telah dijanjikan kepada pekerja/buruh;
  5. memerintahkan pekerja/buruh untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan, atau
  6. memberikan pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan dan kesusilaan pekerja/buruh sedangkan pekerjaan tersebut tidak dicantumkan pada perjanjian kerja.

Singkatnya adalah, karyawan dengan kondisi seperti di atas dapat mengajukan permohonan untuk di-PHK dengan mendapatkan pesangon, karena Bank / Perusahaan tempat bekerja tidak melaksanakan hal yang dijanjikan. Dalam hal teman saya, dia tidak mendapatkan sistem penempatan yang fair atau sebagaimana dijanjikan pada pelatihan, yakni tidak berdasarkan nilai.

Semoga bisa membantu..

About these ads

2 Tanggapan to “Mengundurkan Diri, Tapi Mendapatkan Pesangon”

  1. u-know-who Says:

    akakakakak… dasar cebe… bneran dibahas…. ampun2 dah gw…

  2. Kardhika Cipta Binangkit Says:

    iya dong wi..tapi ga perlu juga ya tulisan ini..kayaknya lo betah di Kudus..ahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: